• Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Website Ini Berisi Seputar Jasa Percetakan dan Juga Menyediakan File-File Vektor ( Banner, Undangan, Sertifikat, Logo, Nota, Sticker, Mug, Yasin, Kalender dsb )Dalam Bentuk Corel yang Bisa Anda Download Secara Geratis. Mudah-Mudahan Bermanfaat

  • Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Spesialisasi Kami Dibidang Percetakan yang Pertama Yaitu Dalam Pembuatan Sepanduk, Baik Untuk Perusahaan Besar, Menengah dan Kecil. yang Membutuhkan Jasa Pembuatan Sepanduk Silahkan Kontak kami.

  • Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Spesialisasi Kami Dibidang Percetakan yang Selanjutnya Dibidang Pembuatan Famplet/Brosur, Baik Untuk Perusahaan, Sekolah dan Instansi Lainnya

  • Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Spesialisasi Kami Dibidang Percetakan yang Selanjutnya Dibidang Pembuatan Yasin, Baik Untuk Pengajian 7, 40, 100 hari almarhum

  • Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Spesialisasi Kami Dibidang Percetakan yang Selanjutnya Yaitu Dalam Pembuatan Undangan, Seperti Undangan Pernikahan, Khitan dan Undangan Lainnya

  • Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Spesialisasi Kami Dibidang Percetakan yang Selanjutnya Yaitu Dalam Pembuatan PIN dan GANCI, yang bisa anda gunakan untuk mempromosikan bisnis anda juga bisa untuk soufenir acara dsb.

  • Selamat Datang Di PercetakanBinary.Com

    Spesialisasi Kami Dibidang Percetakan yang Selanjutnya Yaitu Dalam Pembuatan MEDALI, yang bisa anda gunakan untuk kegiatan Kelulusan Sekolah.

Jenis Format Gambar

 FORMAT GAMBAR


Dalam dunia desain grafis dan percetakan yang berhubungan dengan gambar dan foto, terdapat banyak jenis format atau ekstensi file gambar. Sehingga tidak heran apabila dalam satu file bisa dibuat berbagai macam format gambar yang disesuaikan dengan kebutuhan nya. 

Bagi seorang desain grafis menyimpan file dengan format yang tepat sesuai dengan kebutuhan itu sangatlah penting, apalagi jika ingin dicetak. Jangan biasakan anda menggunakan file master ketika ingin mencetak disebuah percetakan, hal ini dikhawatirkan ada duplikat sebelum file di cetak.

Format gambar dibagi menjadi 2

1. Gambar Bitmap 

Bitmap adalah terbentuknya dari banyak titik dengan campuran warna di dalam grafis yang ada pada komputer. Gambar ini merupakan hasil dari susunan warna yang mewakili dari beberapa pixel warna dan tampil pada layar monitor. Pada umumnya jenis gambar bitmap, memiliki gambar yang tinggi dan lebar dalam bentuk pixel dengan jumlah bit.

Ciri khusus gambar bitmap akan pecah ketika di zoom

JENIS FORMAT GAMBAR BERBASIS BITMAP

A. JPEG atau JPG 

JPEG singkatan dari Joint Photographic Experts Group Joint Photographic Experts Group (JPEG) merupakan skema kompresi file bitmap. Awalnya, file yang menyimpan hasil foto digital memiliki ukuran yang besar sehingga tidak praktis. Dengan format baru ini, hasil foto yang semula berukuran besar berhasil dikompresi (dimampatkan) sehingga ukurannya kecil.

 Kelebihan : 

Sudah digunakan menjadi standar gambar di internet Jenis data yang bisa dikirim dan dilihat secara bebas Memudahkan dalam mengunduh foto 

 Kekurangan : 

Tidak begitu baik untuk menyimpan gambar pajangan atau artistic. Tidak ideal untuk penggunaan typography, crips line, atau bahkan hasil fotografi dengan sudut yang tajam, karena objek itu kadang menjadi sama/blur Media penyimpanan terbatas.

B. Graphics Interchange Format (GIF) 

GIF adalah format gambar asli yang dikompres dengan CompuServe. GIF memiliki kombinasi warna lebih sedikit dibanding JPEG, namun mampu menyimpan grafis dengan latar belakang (background) transparan ataupun dalam bentuk animasi sederhana. Format GIF hanya dapat menyimpan gambar dalam 8 bit dan hanya mampu digunakan mode grayscale, bitmap, dan index color.

 Kelebihan : 

Mendukung animasi gambar Bersifat tidak pecah-pecah Menggunakan kompresi tidak menghilangkan data 

 Kekurangan : 

Tidak cocok digunakan dalam fotografi modern Penyimpanan data gambar terbatas Gambar GIF berukuran lebih kecil dari pada JPG

C. TIFF (Tagged Image Format File)

TIFF merupakan format file terkompresi yang biasa digunakan dipaket desktop publishing dan juga merupakan format file bagi percetakan yang diindikasikan dengan ekstensi. Format TIFF biasa digunakan untuk kebutuhan pencetakan dengan kualitas gambar yang sangat tinggi. Ukuran berkas untuk format ini biasanya sangat besar. Kelebihan : Menghasilkan gambar dengan kualitas yang tinggi atau gambar yang dihasilkan tampak nyata dan bagus. Kekurangan : Gambar yang dihasilkan memiliki kualitas gambar yang tinggi maka ukuran memori yang digunakan pun sangatlah besar. 

D. PNG (Portable Network Graphics)

PNG adalah format gambar yang sangat baik untuk grafis internet, karena mendukung transparansi didalam perambah (browser) dan memiliki keindahan tersendiri yang tidak bisa diberikan GIF atau bahkan JPG. Bisa disebut sebagai salah satu format yang merupakan gabungan dari format JPG dan GIF. Untuk tipe ini mampu untuk gradiasi warna. 

 Kelebihan : 

Adanya warna transparan dan alpha yang memungkinkan sebuah gambar transparan tapi gambar tersebut masih dapat dilihat mata seperti samar-samar atau bening. File dapat diatur jumlah warnanya, sehingga kompresi file PNG lebih baik dari pada GIF. Kompresi tidak menghilangkan data. Solusi kompresi yang powerfull dengan warna yang lebih banyak. Penayangan citra secara progresif (progressive display). Gamma (pengaturan terang gelapnya citra en:”brightness”). 

 Kekurangan : 

PNG belum populer sehingga sebagian browser tidak mendukungnya.

2. gambar vektor

Gambar Vektor adalah gambar yang ditampilkan menggunakan definisi matematis komputer, grafis vektor adalah salah satu metode yang dapat menciptakan hasil terbaik dan digunakan oleh kebanyakan aplikasi gambar saat ini. 

Ciri khusus gambar vektor tidak akan pecah ketika di zoom

Aplikasi Pengolahan Untuk Membuat Grafis Vektor

• Adobe Illustrator

• Beneba Canvas

• CorelDraw 

• Macromedia Freehand 

• Metacreations Expression 

• Micrografx Designer


Share:

Prinsip-Prinsip Tata Letak Desain Grafis


Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.

Prinsip-Prinsip Tata Letak Desain Grafis

Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemen-elemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll) menjadikan komunikasi visual yang komunikatif dan menarik. Di sini diperlukan pertimbangan ketika sedang mendesain suatu infomasi yang seefektif mungkin. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

1. Kesederhanaan

Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

2. Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. 

Dalam desain kartu nama, desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, meninggalkan sikap kaku.

Untuk menciptakan keseimbangan:

  • Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
  • Pusat elemen pada halaman.
  • Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
  • Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
  • Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
  • Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap. 
  • Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.

3. Kesatuan

Kesatuan adalah  konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Untuk membuat persatuan:

  • Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  • Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  • Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
  • Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
  • Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.
  • Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.

4. Penekanan (aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Untuk membuat penekanan:

  • Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
  • Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
  • Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
  • Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
  • Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
  • Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
  • Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

5. Irama (repetisi)

Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Untuk membuat rhythm:

  • Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
  • Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme yang progresif.
  • Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
  • Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
  • Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
  • Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan seperti newsletter.

  1. Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

Baca Juga :

Pengantar Design Grafis

Unsur-unsur Design Grafis

Mengenal Warna CMYK dan RGB



Share:

Mengenal Warna CMYK dan RGB

 RGB dan CMYK  


percetakanbinary

Apa itu RGB ?

RGB sendiri merupakan singkatan dari rangkaian kata bahasa inggris Red-Green-Blue. Palet warna ini sering digunakan untuk beberapa device, termasuk input device seperti scanner maupun output device seperti monitor. Apabila warna-warna tersebut dikombinasikan, maka akan tercipta warna baru seperti kuning, cyan, magenta, sampai warna putih. Karena alasan tersebut RGB dikenal juga sebagai Additive Color

Additive Color adalah percampuran tiga warna primer akan menghasilkan warna putih dan pencampuran dua warna primer akan menghasilkan warna sekunder. RGB ini juga dapat digunakan untuk memberi warna pada background sampai dengan font website.

Apa itu CMYK ?

Sama seperti RGB, CMYK merupakan singkatan dari CyanMagentaYellow, dan Key(Black). Warna-warna tersebut akan dikombinasikan menjadi warna baru. Sebenarnya dengan mengkombinasikan warna cyan, magenta, dan yellow dapat menciptakan warna hitam, tetapi warna hitam yang dihasilkan tidak berwarna hitam pekat. Jadi, ditambahkan warna hitam untuk melengkapi model warna ini. CMYK ini sering digunakan dalam industri percetakan, baik gambar ataupun tulisan.

Perbedaan RGB dan CMYK

  • Susunan warna

Perbedaan yang pertama adalah susunan warnanya. Berdasarkan nama dan penjelasan di atas, sudah terlihat dengan jelas perbedaannya. RGB tersusun atas warna merah, hijau, dan biru. Sementara CMYK terdiri atas warna cyan, magenta, kuning, dan hitam.

  • Percampuran warna

Pada RGB, jika semua warna dikombinasikan maka akan terbentuk warna terang yaitu warna putih. Sementara pada CMYK, jika semua warnanya dikombinasikan akan terbentuk warna gelap yaitu warna hitam.

  • Penggunaan

Berdasarkan penggunaannya RGB ideal untuk konten digital. Contohnya seperti warna background website, warna font, konten sosial media, video, iklan digital, dan lain-lain.

Sementara itu, penggunaan CMYK idealnya untuk desain yang harus dicetak. Seperti iklan pada media cetak, poster, brosur, spanduk, desain kaus, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan :

RGB dan CMYK sama-sama warna, akan tetapi mereka berdua memiliki perbedaan dan kegunaan. Jika RGB dikombinasikan akan menghasilkan warna putih. Sedangkan jika CMYK dikombinasikan akan menghasilkan warna hitam yang tidak terlalu pekat.

Kemudian untuk RGB sendiri lebih baik diterapkan untuk konten-konten digital. Sedangkan CMYK lebih baik diterapkan untuk konten-konten cetak. 


Share:

Unsur-Unsur Desain Grafis



Sebagai seorang desainer grafis peralatan utama yang harus dimiliki adalah sebuah ide serta kemampuan untuk menuangkan pikiranya kedalam seni grafis, seorang desainer grafis yang handal tentu ingin memaksimalkan sebuah kaya seni yang dihasilkan. untuk menunjang sempurnanya desain yang dihasilkan ada beberapa unsur yang harus dipelajari.

Semua unsur tersebut tidak harus dikombinasikan secara bersamaan dalam satu desain, seringkali salah satu unsur mendominasi pengerjaan sebuah desain, tergantung bagaimana hasil yang diinginkan, kadangkala ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan, jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur. Berikut merupakan unsur-unsur desain grafis dan prinsipnya:

1. Garis (Line)

Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lainnya. Garis dapat diartikan sebagai goresan pensil, pena, atau mouse dalam komputer dan lain sebagainya. Garis tidak mengenal istilah kedalaman (depth), dan hanya memiliki ketebalan dan panjang, oleh sebab itu garis sering dimaknai sebagai elemen satu dimensi. Bentuk garis memiliki banyak variasi, bentuk garis itu sendiri biasanya dapat memaknai penggunaanya. contoh penggunaan garis misalnya:

·         Garis lurus, garis lurus biasanya diidentikan dengan kesan kaku, variasi ini biasanya digunakan sebagai  simbol formalitas.

·    Garis lengkung, penggunaan garis lengkung biasanya memberikan kesan lembut dan luwes.

·        Garis zigzag, garis zigzag sering dimaknai sebagai garis yang keras sekaligus dinamis.

·      Garis tidak beraturan, garis ini bisanya menimbulkan kesan fleksibel dan informal.

·         Garis horizontal, horizontal melambangkan kesan pasif.

·       Garis vertikal, vertikal sering dimaknai sebagai bentuk garis yang memiliki kesan stabil.

·       Garis diagonal, garis ini dapat diartikan sebagai makna aktif, dinamis dan menarik perhatian.

Penggunaan garis sendiri dapat memberikan perbedaan dalam perasaan dan juga dalam menstimulus ataupun mengeksekusi sebuah gagasan atau ide. Misalnya saja dengan mengubah tekanan, lekukan, ketebalan, akan menimbulkan hasil yang berbeda. Penggunaan garis dalam desain komunikasi visual tidak terikat dengan aturan  dam pakem tertentu, karena pada dasarnyagaris merupakan sebuah elemen visual yang dapat dipakai dimana saja.

Dalam penggunaanya, sebuah garis perlu diperhitungkan secara cermat, sehingga tidak terkesan asal-asalan dan dipaksakan. Penggunaan variasi garis yang sangat bagus akan menambah unsur estetika dan kenyamanan untuk orang yang melihat. Karena tujuan dari desain komunikasi visual sendiri adalah untuk menyajikan informasi baik verbal maupun visual agar dapat sampai dengan mudah, menyenangkan, sekaligus mengesankan. Desainer grafis sering kali juga menggunakan unsur garis sebagai ilustrasi.

Penggunaan garis sendiri dapat memberikan perbedaan dalam perasaan dan juga dalam menstimulus ataupun mengeksekusi sebuah gagasan atau ide. Misalnya saja dengan mengubah tekanan, lekukan, ketebalan, akan menimbulkan hasil yang berbeda. Penggunaan garis dalam desain komunikasi visual tidak terikat dengan aturan  dam pakem tertentu, karena pada dasarnyagaris merupakan sebuah elemen visual yang dapat dipakai dimana saja.

Dalam penggunaanya, sebuah garis perlu diperhitungkan secara cermat, sehingga tidak terkesan asal-asalan dan dipaksakan. Penggunaan variasi garis yang sangat bagus akan menambah unsur estetika dan kenyamanan untuk orang yang melihat. Karena tujuan dari desain komunikasi visual sendiri adalah untuk menyajikan informasi baik verbal (tulisan / lisan ) maupun visual agar dapat sampai dengan mudah, menyenangkan, sekaligus mengesankan. Desainer grafis sering kali juga menggunakan unsur garis sebagai ilustrasi.

2. Bidang (Shape)

Bidang atau biasanya juga disebut shape merupakan segala bentuk apapun yang memiliki dimensi tinggi dan lebar bidang dapat berupa bentuk-bentuk geometris seperti (lingkaran, segitiga, segiempat, elips, setengah lingkaran, dan sebagainya) dan bentuk-bentuk yang tidak beraturan. Bidang geometris memiliki kesan yang formal, sedangkan bidang non geometris memiliki kesan yang lebih dinamis dan tidak formal.

3. Tekstur (Texture)

Dalam desain grafis tekstur adalah nilai halus dan kasarnya sebuah benda, atau juga bisa disebut nilai raba. Penggunaanya dapat dimayakan untuk memberikan visual yang berkesan dan berkarakter. Dalam sebuah desain komunikasi visual tekstur sering digunakan untuk mengatur keseimbangan dan kontras. Pada prakteknya tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit, kayu, dan sebagainya. Penggunaan tekstur dalam desain grafis juga biasanya sering diaplikasikan pada latar desain atau sering kita sebut background desain.

4. Ruang (Space)

Ruang atau space merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk yang lainnya, yang pada desain grafis biasanya dapat dijadikan sebagai unsur pemberi efek estetika desain. Dalam pengertian desain grafis area yang kosong yang berada diantara elemen-elemen visual juga dianggap sebagai elemen desain. Bidang kosong dimaksudkan untuk menambah kesan nyaman dan “istirahat” serta memberikan kesan tekanan kepada objek visual yang ada dalam sebuah desain.

 5. Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur lain dalam desain grafis yang mendefinisikan besar kecilnya suatu objek. Unsur ini digunakan untuk memperlihatkan  objek manakah yang kita mau tonjolkan karena dengan menggunakan unsur ini seorang desainer grafis akan dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada objek desain sehingga orang akan tahu skala prioritas objek yang akan dilihat terlebih dahulu dibandingkan yang lainnya, misalnya saja untuk ukuran suatu judul akan lebih besar dari skala objek yang lainnya.

6. Warna (Colour)

Warna adalah elemen dari unsur desain grafis yang menjadi penarik perhatian paling utama. Penggunaan warna yang tepat akan berbanding lurus dengan kualitas, citra, keterbacaan, dan penyampaian pesan dalam desain tersebut. semisal adalah untuk penggunaan warna yang lembut akan memancarkan kesan romantis, kedamaian, dan kenyamanan. Sedangkan warna-warna tegas dan terang akan memberi kesan dinamis. Menghindari memadukan warna yang salah adalah sangat penting untuk menjauhi penafsiran yang salah oleh orang yang melihatnya.

7. Tipografi

Tipografi adalah ilmu atau kemampuan menata huruf atau aksara untuk publikasi visual, baik cetak ataupun non cetak.



Share:

Pengantar Design Grafis

pengertian design grafis

Pengertian Design Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi yang dilakukan secara visual ( bisa dilihat). Desain grafis akan memanfaatkan suatu gambar sebagai media dalam penyampaian pesan. Informasi yang disampaikan di dalamnya akan dilakukan seefektif mungkin.

Desain grafis berasal dari dua kata, yaitu kata desain dan kata grafis

Desain adalah suatu metode perancangan estetika. Metode perancangan ini didasarkan pada kreativitas.

Grafis memiliki arti ilmu dari sebuah perancangan titik, maupun garis. Maka hal itu akan membentuk sebuah gambar, yang bisa memberikan informasi serta berhubungan dengan proses percetakan.

Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa desain grafis adalah ilmu yang mengandalkan sebuah kreatifitas dalam menciptakan suatu rancangan yang berbentuk gambar.

Graphic designer adalah orang yang memiliki spesialisasi dalam menginterpretasikan pesan dalam bentuk gambar. Dengan kata lain, seorang graphic designer adalah seorang komunikator visual. Tugasnya untuk menciptakan konsep visual secara manual, atau dapat menggunakan software komputer.

Mereka akan mengkomunikasikan sebuah ide untuk membuat sebuah inspirasi. Kemudian pesan tersebut akan diinformasikan melalui seni visual. Seperti tulisan, gambar dan grafik.

Keuntungan Menjadi Graphic Designer

1. Dapat berekspresi secara artistik ( unsur keindahan pada sebuah seni )

Keuntungan bagi seseorang yang bekerja di bidang desain grafis adalah dapat berekspresi secara artistic. Kamu dapat menuangkan ide-ide dan konsep kreatif yang divisualisasikan ke dalam sebuah media. Oleh karena itu, setiap hasil karya seorang graphic designer tentu akan berbeda.

Sebab, mereka memiliki ciri khas masing-masih dalam karyanya. Hal ini sama seperti karya seni lainnya.

2. Kesempatan kerja yang tidak terbatas

Pada era digital ini, hampir semua brand atau produk akan melakukan berbagai macam pemasaran. Baik dalam bentuk online maupun dalam bentuk offline. Untuk menarik perhatian para konsumen, salah satu caranya adalah dengan mengkomunikasikan campaign tersebut melalui unsur visual.

Hal ini dapat dilakukan melalui packagingwebsitelogoflyer, bahkan konten di berbagai media sosial. Oleh sebab itu, lowongan pekerjaan menjadi seorang graphic designer sangatlah luas dan banyak. Hampir semua perusahaan membutuhkan bakat di bidang desain grafis.

3. Memilih lingkungan kerja yang fleksibel

Keuntungan selanjutnya untuk seseorang yang bekerja di bidang desain grafis adalah adanya fleksibilitas di dalam memilih sebuah lingkungan kerja. Contohnya seperti freelancer designer. Menawarkan jasa desain grafis melalui internet bukan hal yang sulit.

Terlebih pada era digital saat ini. Hal ini membuat kamu bisa bekerja kapan saja dan dari mana saja. Bahkan, bekerja di bidang desain grafis dapat dijadikan sebagai pekerjaan sampingan.

4. Menghemat budget

Jika sudah memiliki laptop, perangkat komputer atau software untuk mendesain, maka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar. Minimnya jumlah uang yang dapat dihabiskan tentu akan memberikan keuntungan di bidang finansial yang lebih besar.

Terutama jika seorang graphic designer memilih untuk menekuni bidang ini dengan berbasis freelance. Melalui langkah self-marketing yang bagus, seseorang akan dapat dengan cepat mendapatkan pekerjaan di dunia desain grafis.

Baca Juga :

Pengantar Design Grafis

Unsur-unsur Design Grafis

Mengenal Warna CMYK dan RGB

Prinsip Tata Letak Design Grafis

sumber

Share:

Butuh Design ? Chat Kami

Anda Pengunjung Ke-

Hosting Murah

Paling Banyak Dikunjungi

Pengikut

Inspirasi Hidup

Inspirasi Hidup

Lokasi Kami

Lokasi Kami

Pembayaran Transfer Bank

Pembayaran Transfer Bank

Pembayaran Pakai Dana

Pembayaran Pakai Dana

Pembayaran Pake OVO

Pembayaran Pake OVO